Pentingnya Belajar di Pondok Pesantren

Tanggal: Jumat / 19 Maret 2021
pentingnya-belajar-di-pondok-pesantren

Oleh: Bainy Farhan Nur Aly*

benyfarhan@gmail.com

 

Lingkungan pondok pesantren sebagai salah satu unit lembaga pendidikan nonformal yang melaksanakan pembinaan bersifat holistik (menyeluruh) telah mengembangkan pembinaan karakter santrinya melalui empat proses, yakni: pembelajaran, pembiasaan di lingkungan pondok pesantren, kegiatan ekstrakurikuler, serta adanya jalinan kerjasama dengan masyarakat dan keluarga. Pada proses pertama, yaitu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode variatif dan suasana menyenangkan. Proses berikutnya ialah pembiasaan yang dilaksanakan di dalam seluruh kegiatan di lingkungan pondok pesantren seperti salat fardhu berjamaah di masjid, budaya antri, salat malam bersama, tadarus bersama, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), makan bersama, ronda, pembatasan komunikasi sosial, pengelolaan keuangan sendiri, disiplin waktu, dan hal positif dalam kebersamaan lainnya.

 

Di lingkungan pondok pesantren juga diselenggarakan pula beberapa kegiatan ekstrakurikuler, yakni ektrakurikuler yang berkenaan dengan olah pikir, olah raga, dan olah seni. Olah pikir di antaranya kegiatan cerdas-cermat, lomba ceramah, dan semacamnya. Olahraga seperti sepakbola, volly, dan tenis sesuai fasilitas yang dimiliki pesantren. Sedangkan olah seni dapat berupa ekstrakurikuler marawis, rebana, dan hadroh.

 

Adapun proses keempat, yaitu proses kerjasama dengan masyarakat dan keluarga. Proses ini diupayakan agar terjadi penguatan dari orang tua/wali serta tokoh-tokoh masyarakat setempat terhadap perilaku berkarakter mulia yang dikembangkan pada satuan pendidikan pondok pesantren, sehingga menjadi sebuah kegiatan rutin dalam lingkungan keluarga dan masyarakat terdekat. Melalui program ini diharapkan lulusan pesantren memiliki jiwa-jiwa kesantrian yang berakhlak mulia, kuat mental, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Lulusan seperti itulah yang didambakan oleh pejuang-pejuang tanah air Indonesia.

 

Pendidikan moral di pesantren sangat penting sebagai salah satu alternatif pembentukan karakter yang kuat bagi pemuda generasi bangsa, karena santri yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin bangsa perlu mendapatkan penekanan khusus mengenai pendidikan moral sebagai bekal untuk menjadi orang-orang dewasa yang nantinya akan berinteraksi dengan masyarakat. Pendidikan yang berbasis moral dengan tujuan pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

Pondok pesantren dapat dijadikan media pendidikan karakter yang bisa mendidik serta membina peserta didik (santri) dengan hasil out put bermental kuat. Dengan diterapkannya pendidikan karakter diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang memiliki IMTAQ dan IPTEK seimbang sesuai dengan tuntutan zaman.

 

Peran lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren dalam upaya pembentukan karakter seorang generasi bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata. Pendidikan pesantren sangat erat kaitannya dengan pendidikan berbasis moral yang mengajarkan peserta didiknya agar bisa memiliki karakter kuat dalam membentuk dan meneguhkan pribadi yang bermoral.

 

Seorang Kyai Masyhur di Yogyakarta, Alm. KH. Asyhari Marzuqi pernah berkata kepada para santrinya tentang kriteria wanita yang bisa dijadikan sebagai pendamping hidup/istri. “Kriteria mencari calon istri itu ada tiga, 1) Hafidzoh, 2) Sarjana, 3) Mondoknya Lama. Hafidzoh, karena bisa membawa anggota keluarganya menuju surga. Sarjana, karena mengikuti perkembangan zaman. Mondoknya lama, karena mentalnya kuat dan sudah terjamin jiwa kesosialannya terhadap masyarakat. Cari tiga kriterianya atau salah satunya”. Hal ini menunjukkan bahwa seorang santri yang lama dipesantren setara dengan seorang sarjana. Apalagi dizaman sekarang ini, jarang ada santri yang hanya menempuh pendidikan di pesantren saja, kebanyakan juga menempuh dunia pendidikan di Universitas. Pagi belajar di Universitas, kemudian malamnya mengaji di Pesantren.

 

Oleh karena itu, bagi para orang tua tidak perlu ragu lagi untuk menitipkan para putranya di pondok pesantren, carilah sekolah/madrasah yang berbasis atau berada di bawah naungan pondok pesantren.

 

*Staff pengajar di MA Nurul Ummah Kotagede

ma-nurul-ummah

www.manu.sch.id, Disclaimer, Privacy. Developed By JogjaSite

Email: admin@manurulummah.com

Jalan Raden Ronggo KG II/982 Prenggan Kotagede Yogyakarta 55172. Telp. (0274) 377174